Amerika Serikat Mengkritik Kebijakan Made in Indonesia


made-in-indonesiaCarielmu.com. Amerika menekan indonesia untuk lebih longgar tentang peraturan muatan konten lokal untuk smartphone. Karena menurut mereka dengan melonggarkan peraturan tadi maka perusahaan teknologi sekelas Apple bisa dengan mudah penetrasi dan membangun pabrik di indonesia yang merupakan salah satu pasar smartphone terbesar.

Peraturan tentang muatan konten lokal akan diterapkan selambat-lambatnya pada 1 Januari 2017, peraturan tersebut mengatur bahwa perusahaan yang menjual smartphone dan tablet harus memiliki kandungan lokal sebanyak 40%.

Kantor dari U.S. Trade Representative (USTR), mengirimkan delegasinya untuk mengangkat kebijakan indonesia itu ke forum multinasional. Menurut mereka kebijakan “Made In Indonesia” ini dapat meningkatkan biaya produksi dan masalah pembatasan akses teknologi.
“Amerika Serikat berbagi keprihatinan ini, dan sangat mendukung untuk memastikan bahwa informasi dan komunikasi , dapat berperan untuk pembangunan ekonomi, akan terbuka dan tersedia di Indonesia,” kata juru bicara USTR di Washington sebagaimana di kutip dari reuters.

Kurang dari sepertiga dari penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta memiliki smartphone, tingkat yang jauh lebih rendah daripada Cina yang hampir mencapai 80 persen, menurut data dari perusahaan riset Canalys, sehingga membuat negara indonesia mampu menarik pasar untuk perusahaan seperti Apple Inc dan saingannya dari Korea Selatan yaitu Samsung Electronics Co Ltd yang sudah mulai memproduksi ponsel di Indonesia setelah membuka sebuah pabrik di Jakarta tahun lalu.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, mengatakan kepada Reuters pada bulan Januari lalu bahwa peraturan ini akan membantu Indonesia mendapat bagian dari kira-kira $4 milyar dalam penjualan domestik smartphone tahunan dan dukungan Presiden Joko Widodo yang menginginkan bahwa negara Indonesia berubah dari negara yang hanya mengkonsumsi produk smartphone, menjadi negara yang menghasilkan smartphone.

American Chamber of Commerce (AmCham) menyampaikan kekhawatiran mengenai aturan tersebut, “Kita takut bahwa pendekatan yang diambil dalam rancangan ini dapat secara tidak sengaja membatasi akses ke teknologi baru, meningkatkan biaya ICT untuk perusahaan Indonesia, merangsang black market untuk ponsel dan membawa konsekuensi yang tidak diinginkan lainnya,” kata AmCham dalam Surat yang di tujukan ke Menkominfo Rudiantara.

“Satu keprihatinan besar dari banyak perusahaan, dan tidak hanya perusahaan Amerika, bahwasannya Indonesia tidak memiliki rantai pasokan untuk dapat menghasilkan ponsel berkualitas tinggi,” Lin Neumann, Kepala Cabang Indonesia AmCham, mengatakan kepada Reuters.

Surat yang di tujukan kepada Menkominfo Rudiantara dari American Chamber of Commerce (AmCham) juga memperingatkan aturan bisa melanggar hukum perdagangan internasional yang diatur oleh organisasi perdagangan dunia (WTO). “Kebijakan yang memaksa untuk melokalisasi manufaktur bisa memberikan implikasi dalam hal kewajiban Indonesia di mata WTO,” demikian isi Surat tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa Amerika Serikat melalui WTO saat ini sedang mengejar empat kasus perdagangan terhadap Indonesia yang telah berulang kali menimbulkan kekhawatiran tentang aturan-aturan di Indonesia yang mewajibkan konten lokal dalam investasi di bidang telekomunikasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s